•  
  • Dinas Peternakan Kabupaten Gunungkidul
Senin, 19 Desember 2011 - 10:30:47 WIB
Budidaya Kelinci
Diposting oleh : Adminweb
Kategori: Artikel - Dibaca: 82214 kali

Kelinci adalah hewan mamalia dari famili Leporidae dengan penyebaran hampir di seluruh dunia. Kelinci dapat melahirkan anak 6-8 ekor sekali melahirkan dengan umur bunting induk 28-35 hari. Kelinci terdiri dari bermacam-macam ras dan yang dikembangkan saat ini, antara lain jenis Angora, Lops, Carolina, Satin, Chincila, New Zealand White, Rex, Polish, Nederland Dwarf dan Dutch. Untuk mendapatkan wool dapat memilih jenis Angora dan jika ingin mendapatkan fur (bulu dan kulit) dapat memilih Rex, sedangkan untuk konsumsi daging atau kulit, dapat memilih Chinchila, Carolina dan New Zealand White. Kelinci jenis Fuji Lop cocok untuk dijadikan ternak hias. 

Awal mula keberhasilan budidaya kelinci ditentukan dalam hal pemilihan bibit. Tanda-tanda kelinci yang sehat dan baik, adalah sehat, lincah, aktif, gerakannya enerjik, tidak malas-malasan atau ngantuk, dan memiliki nafsu makan yang tinggi. Secara umum, calon bibit yang digunakan memiliki ciri-ciri, sebagai berikut, jika bertubuh panjang, maka kepala juga panjang, bentuk badan besar dan lebar, kepala lebar. Jika memiliki bentuk tubuh kecil, maka kepala juga kecil. Ciri yang lain untuk bibit yang baik adalah berkaki normal, kuat kokoh, berbulu pendek, memiliki ekor lurus ke atas dan nampak menempel dengan punggung.Kandang yang sehat bagi kelinci adalah yang memiliki akses sinar matahari pagi, bersuhu sejuk, memiliki ventilasi yang baik, kering dan lingkungan sekitar tenang. Kelinci adalah ternak herbivora yangkurang dapat mencerna serat secara baik, sehingga untuk pakan dari dedaunan sebaiknya dipilihkan yang berserat halus, bisa berupa sayur-sayuran, daun turi, daun lobak, daun kembang sepatu, daun ubi-ubian dan lain sebagainya. Hijauan sebaiknya jangan diberikan dalam bentuk segar, tetapi dilayukan terlebih dahulu untuk mengurangi kadar air (untuk menghindari kembung perut) dan menghilangkan getah atau racun. Sebagai pakan tambahan dapat diberikan konsentrat, berupa bekatul, bungkil tahu, bungkil kelapa atau pollard. Pakan hijauan diberikan pada malam hari sedangkan pagi dan siang diberikan konsentrat. (Disarikan dari Beternak Kelinci, Deptan RI, Ditjen Peternakan, Dir. Budidaya Ternak Non Ruminansia, 2008)

 



8222 Komentar :

pakar seo
01 Mei 2012 - 14:36:14 WIB

i like rabbit
bunga papan
10 Mei 2012 - 11:02:39 WIB

informasi yang seru ...
Sepatu Crocs
17 Juni 2012 - 00:57:37 WIB

Usaha ternak kelinci saat ini memang cukup menjanjikan, semoga bisa menjadi salah satu komoditas peternakan di gunung kidul
Free Blogger Template
06 Juli 2012 - 08:33:31 WIB

budidaya ternak kelinci memang gampang-gampang susah ya, gampangnya kelinci ini gampang sekali berkembang biak, namun juga agak manja dalam urusan penyakit dan mudah mati jika tidak benar-benar dalam pengurusannya.
Tips Alami Memutihkan Kulit Wajah
18 Juli 2012 - 20:37:17 WIB

salah satu peternakan binatang ternak yang paling diminati saat ini adalah budidaya kelinci.
Puasa Ramadhan 2012
21 Juli 2012 - 12:16:36 WIB

dibulan ramadhan ini sebaiknya kita peace selalu ya
Rajesh Khanna
21 Juli 2012 - 14:13:37 WIB

makasih informasinya sangat bermanfaat sekali buat saya yang dari tadi browsing di google cari informasi ini, makasih banyak ya, semoga sukses selalu. Jangan bosan update artikelnya selalu!
Download Lagu Takbiran
20 Agustus 2012 - 15:13:52 WIB

kalo menurut saya yang namanya budidaya kelinci harus siap biaya yang besar, karena biaya pakannya sangat boros dibandingkan binatang peliharaan lainnya! heheh
blogger kawalu
22 Agustus 2012 - 13:32:11 WIB

Tanda-tanda kelinci yang sehat dan baik, adalah sehat, lincah, aktif, gerakannya enerjik, tidak malas-malasan atau ngantuk, dan memiliki nafsu makan yang tinggi
kata kata mutiara
22 Agustus 2012 - 19:11:59 WIB

majulah gunungkidulku www.rifhi.com
<< First | < Prev | 1 | 2 | 3 | ... | 823 | Next > | Last >>

Isi Komentar :
Nama :
Website :
Komentar
 
 (Masukkan 6 kode diatas)